Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)

Minggu, 16 Juni 2013

The Last Samurai - Katsumoto

the next ,,,is Katsumoto,,seorang samurai yang diperankan oleh Ken Watanabe,,,how is he in my mind??? This is it,,, :-)

1.      Tranformational Leadership (Katsumoto)
Kepemimpinan transformasional menurut Burns (Bass,1985) merupakan suatu proses di mana seorang pemimpin berusaha memotivasi bawahannnya untuk melakukan tanggung jawab yang lebih tinggi, pemimpin berusaha meningkatkan kesadaran anggotanya dengan menggunakan dayak tarik nilai,moralitas dan idealisme yang lebih tinggi seperti kebebasan, keadilan, keseimbangan, kedamaian dan kemanusiaan, tidak berdasarkan emosi seperti ketakutan,kecemburuan dan kebencian.Sedangkan kepemimpinan transaksional diartikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan suatu proses pertukaran (exchange process) di mana para pengikut mendapatkan imbalan yang segera dan nyata untuk melakukan perintah-perintah pemimpin. Kepemimpinan dan karyawan mempengaruhi satu sama lain (Burns dalam Bass,1985).
Avolio dan Bass (2003) menyebutkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki empat karakteristik, meliputi kharismatik (idealized Influence), motivasi yang inspirasional (inspirational motivation), stimulasi intelektual (Intellectual Stimulation), dan perhatian individual (Individual Consideration).

Katsumoto adalah seorang pemimpin yang transformatif. Katsumoto menjaga budaya Jepang sebagai Samurai bagi Kaisarnya. Pemberontakannya adalah pengabdian pada Kaisar. Katsumoto dan pengikutnya menganggap bahwa perubahan yang dilakukan oleh Kaisar Meiji terlalu cepat dan tidak mengindahkan kebudayaan leluhur. Untuk itulah pemberontakan tersebut dilakukan, bukan untuk menentang kaisar namun menentang kebijaksanaan yang dibuat oleh Kaisar Meiji pada saat itu.
Katsumoto adalah juga seorang pemimpin yang karismatik dan memberikan pengaruh yang luar biasa pada pengikutnya. Sosok Katsumoto yang juga sangat spiritual menjadikan nilai tambah baginya. Sosoknya juga memberikan inspirasi bagi masyarakatnya. Kedisiplinan yang dibangun, budaya-budaya dipelihara, dan prinsip-prinsip yang dipegang oleh Katsumoto merupakan daya tarik tersendiri dari kepemimpinannya.
Belajar dari Katsumoto dalam film tersebut cara terbaik menaklukkan musuh adalah dengan mempelajari cara berpikirnya, disinilah salah satu strategi dari Katsumoto ketika dia menjadikan Kapten Algren tahanan di desanya. Maka dengan mengadakan conversation setiap hari untuk mempelajari strategi perang Amerika. Dengan mempelajari cara berpikir musuh, Katsumoto bukan hanya menang tapi menaklukkannya secara total karena dia juga mendapatkan persahabatan dan dengan itu dia menjadi lebih kuat karena bertambahnya teman dan sekutu yang dapat diandalkan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar