Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)

Kamis, 22 November 2012

Mahameru - part three


27 Juni 2012
Membuka tenda dengan pemandangan dua bukit di Ranu Kumbolo dan sinar matahari yang mulai malu-malu mengintip dari timur. Bergegas menunaikan kewajiban pada Sang Maha, dan kemudian mencari kehangatan di api unggun yang ternyata adalah api unggunya kru Film 5 cm. Kami bertemu dengan Ssang Sutradara yang juga ikut menghangatkan badan disitu, dan juga seorang Casting Director yang kami panggil Bunda, aku pun tak tahu entah siapa nama lengkapnya. Bunda pun banyak bercerita tentang pengalamannya ketika naik, walaupun gag sampe puncak. Dia menasehati kami harus kompak, gag boleh egois, dan harus bekerja sama selama pendakian. Kulihat Miro sudah larak-lirik sana sini, pastinya ngeliatin Herjunot Ali udah bangun apa belum, hahaha

Dasar Miro,,,begitu melihat Junot nongol di kejauhan dengan memakai jaket hitam dia langsung girang banget, dan buru-buru mengajakku pergi kesana agar dapat foto bareng Junot. Aku siy sebenarnya ngarepin Fedi Nuril yang nongol, tapi kelihatannya dia belum tampak. Tapi junot pun tak apalah,,,kami mendekati Junot dan akhirnya berhasil foto bareng Junot.

Dan,,,selesai itu aku dan ipah mulai lagi mempersiapkan untuk sarapan kita. Kita juga banyak ngobrol bareng Rizal Mantovani, sebentar lagi mereka akan syuting di Tanjakan Cinta dan Oro-oro Ombo,,,hm,,,sungguh jadi tak sabar rasanya ingin menonton film 5cm yang akan tayang 121212 nanti.

Hwa,,,,,,,,,,,,,pas aku dan miro lagi gantian ngantri kamar mandi (yang sebenernya di sediain buat syuting 5cm) Fedi Nuril nongol,,,,dari kejauhan aku udah ngeliat dia, dan si Miro yang tahu gelagatku langsung ambil kamera, dannn,,,,,,,,kami mengejar babg Fedi and,,,yup,,,berhasil foto bareng,,seneng banget,,habisnya orangnya ramah dan gag sombong, kayaknya juga rajin nabung,,,hahaha

Sekitar jam 7 kita mulai gerak menuju kalimati dan bakalan ngecamp di Arcopodo sebelum akhirnya meneruskan perjalanan menuju Puncak Mahameru. Kita menyempatkan diri foto dengan Rizal Mantovani di depan tanjakan cinta. Tanjakan cinta yang mitosnya jika kita menyebut nama orang yang kita cintai dengan sungguh-sungguh dan terus berjalan, maka hubungan kita akan langgeng,,,hayo,,,siapa yang mau coba,,, (dan sumpah tanjakan cinta itu panjang banget sepertinya)...tak sangguplah aku terus berjalan tanpa henti,,,cuapaek rek,,, J

Sungguh benar gambaran di Novel 5cm, setelah tanjakan cinta pemandangan oro-oro ombo sudah menanti, padang savana yang luas dan indah, kayaknya cocok untuk syuting film India, berlarian disana dengan mengibar-ngibarkan selendang,,,diiringi lagu india,,hahaha

Lanjut...perjalanan masih panjang,,,kali ini treking sudah mulai naik turun tidak seperti dari Ranu Pane menuju Ranu Kumbolo kemarin. Berkali-kali kami berhenti untuk istirahat dan mendokumentasikan gambar tentunya, dan gambar yang paling aku suka itu adalah sebelum mencapai pos kalimati. Dari situ Mahameru terlihat gagah dan indah sekali, apalagi sewaktu wedus gembel nya keluar, momen yang indah untuk diabadikan.

Dan sampai di Kalimati, kami istirahat dan menunaikan shalat serta makan siang. Disitu, Wira bertugas mengambil air untuk bekal perjalanan selanjutnya ke Sumber Mani, karena tidak akan ada lagi sumber air di Arcopodo nanti. Sekitar jam 2 siang kita melanjutkan perjalanan ke Arcopodo, hm,,,melelahkan,,,jalanannya naik turun, lagu-lagu, candaan2, tak lagi menghibur. Ipeh juga sudah lelah mungkin, kami bolak-balik berhenti untuk sekedar menghela nafas dan minum air. Terik matahari namun tak terasa panas, malah dinginnya hembusan angin yang kurasakan. Aku terus berjalan, di depan Miro, Yudi, Kojek, dan Teguh memimpin, lalu disusul oleh aku dan Yasin, serta yang lainnya masih di belakang.






Tak lama setelah hampir 2 jam lebih perjalanan, saat letihku sudah hampir mencapai klimaks kudengar teriakan Miro “Arcopodo.....kita sampai Arcopodo...”, dan semangatku pun hadir lagi dan kulangkahkan kaki. Hamdalah sampai di pos Arcopodo. Finally....terima kasih Ya Rabb atas kaki yang masih kuat untuk melangkah ini.

Arcopodo ternyata lebih dingin, disana kami akan mendirikan tenda lagi, karena dari sana akan dimulai perjalanan menuju puncak. Mengabadikan pemandangan matahari saat tenggelam, sungguh pemandangan alam yang luar biasa. Tugas koki diambil alih oleh Chef Yudi dan Asistennya Miro Tralala. Dan masakannya uenak rek,,,ditambah dengan lauk yang didapat oleh Wira tadi.


Malam itu kita menghangatkan badan lagi di perapian, sambil mendengarkan lagu-lagu. Lagu Padi yang judulnya Mahadewi kita ganti jadi Mahameru,,,
“Mahameru resapkan nilainya,,pendakianQ pun usai sudah,,,,,” nanana........
J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar