Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)

Rabu, 06 Maret 2013

Pertemuan Pertama di Akhir Februari


Ini minggu pertama aku kuliah, setelah dua minggu bolos. Sebenarnya bukan mau bolos, mau kirim surat izin, tapi kayaknya siy bakalan gag berlaku, itu menurut spekulasiku. Jadi biar saja lah aku bolos. Aku bolos bukan karena mengerjakan sesuatu yang gag penting, itu menurutku. Dan sungguh selama tidak masuk itupun aku banyak mengambil pelajaran. Karena memang aku sedang melakukan perjalanan. Perjalanan untuk belajar, bukan di akademik atau di alam seperti ketika aku naik gunung, tapi kali ini aku belajar dari manusia.

Perjalanan ini kuberi nama Tour de Borneo. Perjalanan kumulai dari Provinsi Kalimantan Tengah, dilanjut dengan Kalimantan Selatan, lalu Kalimantan Timur. Tiga provinsi itu saja kuhabiskan dalam waktu 3 minggu. Jadilah aku harus bolos dua minggu... 
Dan sungguh, ketika hari pertama kuliah agak kikuk, hehehe. Tapi menikmati, terkadang pengennya gag kuliah, tapi ini amanah orang tua. Dan hari ini, tepatnya hari selasa 26 Februari 2013 aku mengikuti kuliah nya Pak Fathul Himam. Mata kuliahnya adalah Kepemimpinan Stratejik. Mata kuliah yang menarik sekali, itu pendapatku walaupun aku baru pertama masuk.


Kenapa aku tertarik? Mungkin karena saat ini aku juga sedang aktif dalam dunia organisasi yang bernama Pelajar Islam Indonesia atau biasa disingkat PII. Perjalananku ke Borneo Island juga dalam rangka menunaikan amanah di organisasi ini. TURBA (turun ke bawah) namanya. Dan di organisasiku kepemimpinan mendapat tempat yang selalu menjadi perhatian. Bagaimana tidak, training (pengkaderan) dalam PII aja namanya dimulai dengan kata-kata Leadership. Training yang pertama disebut Leadership Basic Training (LBT), lalu dilanjutkan dengan Leadership Intermediate Training (LIT) dan Leadership Advanced Training (LAT). Walaupun bukan hanya itu saja pengkaderan di PII, ada follow up, seperti kursus dan ta’lim lanjutan setelah training-training tersebut.

Pada setiap training materi tentang Leadership selalu ada, dan pasti bobotnya berbeda-beda. Tapi kali ini, aku akhirnya memahami kenapa tujuan organisasiku terlihat begitu sulit dijangkau. Tujuan dari organisasiku adalah “Kesempurnaan Pendidikan dan Kebudayaan yang sesua dengan Islam bagi segenap rakyat Indonesia dan ummat manusia”. Yah, bagaimanalah kesempurnaan akan dicapai, sedangkan sempurna itu hanyalah milik-Nya.

Hari itu aku belajar bahwa memang tujuan organisasi harus dibuat seideal mungkin dan sulit dijangkau untuk menjaga keberlangsungan organisasi. Sungguh sangat visioner sekali para pendahulu ku dan pelopor pergerakan ini.  Aku akhirnya memahami secara teoritis bahwa tujuan memang harus mengandung resiko, uncertainly, dan juga long term. Memang tak ada di dunia ini yang namanya zero risk.

Kepemimpinan juga befungsi sebagai model yang membuat orang-orang dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam rangka pencapaian tujuan. Leadership denotes taking action and getting results.

Dalam dunia kerja sendiri seorang pemimpin haruslah dapat mengambil keputusan yang efektif. Pengambilan keputusan itu tentu sangat tidak mudah. Dalam penerimaan pegawai misalnya, seorang pemimpin harus mengambil keputusan dengan melihat job performance dan score test yang diperoleh calon pegawai tersebut. Dan itu sebagai pertimbangan untuk memutuskan apakah seseorang itu diterima atau tidak.

Begitulah hari itu aku memperoleh banyak pelajaran. Kuis yang dilaksanakan setiap minggu juga semoga efektif agar mahasiswa dapat belajar. Hm,,,aku rasa itu juga bentuk kepemimpinan, karena pemimpin adalah pengarah, baik secara sadar ataupun tidak sadar...semoga nilai kuis ku baik.. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar