Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)

Minggu, 18 Desember 2011

Tentang Cinta (2)

Sebuah episode cinta yang sangat mengaharukan sekali lagi ditunjukkan oleh orang-orang di sekeliling Muhammad, Sang Manusia Pilihan. Suatu shubuh setelah beberapa hari Sang Nabi tak sanggup memimpin shalat berjama’ah di mesjid, akhirnya Sang Nabi hadir dan memimpin shalat berjama’ah.
Setelah selesai shalat, Muhammad berdiri di mimbar. Kemudian melantunkan tahmid dan tasbih kepada ALLAH, hening, senyap, para sahabatmendengarkan dengan khusyu’.  Jiwa-jiwa yang rindu pada sentuhan hikmah Sang Nabi. Tetapi, ternyata Muhammad tak menyampaikan hikmah, selanjutnya Sang Nabi bertanya kepada semua, “Wahai sahabat yang aku cintai, kalian tahu umurku tak akan lagi panjang, siapakah diantara kalian yang merasa pernah teraniaya oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil qisas, jangan menunggu hingga kiamat menjelang, sekarang sungguh lebih baik.”

الحَثُّ عَلَى التَعَلُّم

الجَاهِلُ صَغِيْرٌ وَإِنْ كَانَ شَيْخً

 العَالِمُ كَبِيْرٌ وَإِنْ كَانَ حَدَثًا

وَلَيْسَ أَخُوْ عِلْمٍ كَمَنْ هُوَ جَاهِلُ

تَعَلَّمْ فَلَيْسَ المَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا

وَإِنَّ كَبِيْرَ القَوْمِ لاَعِلْمَ عِنْدَه

صَغِيْرٌ إِذَا الْتَفَّتْ عَلَيْهِ المَحَافِلُ 

ALLAH, mudahkan aku mendapat teman yang shalih


Ibrahim An-Nakh’i pernah menyampaikan kisah yang didengarnya dari Alqamah, seorang perawi hadits yang wafat tahun 62 H. “Aku pernah memasuki sebuah masjid dan mengucapkan do’a, “Allahumma yassir lii jaliisan shalihan” (Ya ALLAH mudahkanlah bagiku mendapatkan teman yang shalih). Aku lalu duduk begitu saja di salah satu tempat di masjid tersebut. Tak lama kemudian datang seorang tua yang duduk di sampingku. Aku bertanya kepada jamaah yang lain, “Siapa dia?” Mereka memberitahu bahwa orang yang baru datang itu adalah Abu Darda radhiallahu anhu. Aku lalu mengatakan padanya, “Tadi aku berdo’a kepada ALLAH SWT agar memudahkan bagiku mendapat teman duduk yang baik. Lalu ALLAH SWT memudahkanmu untuk menjadi temanku”. “Dari mana Anda?” Alqamah menjawab, “Dari Kufah.” Abu Darda lalu bertanya lagi, “Bukankah di antara kalian atau dari kalian, ada seorang penjaga rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain kecuali dirinya (maksud Abu Darda adalah khudzaifsah ra)?” Alqamah mengiyakannya. “Bukankah ada diantara kalian orang yang dilindungi oleh ALLAH SWT dari syaithan melalui lisan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wassalam (maksud Abu Darda adalah Ammar bin Yasir ra)? Alqamah mengiyakannya lagi.