Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)
Tampilkan postingan dengan label Lets Watch Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lets Watch Movies. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

The Last Samurai - Katsumoto

the next ,,,is Katsumoto,,seorang samurai yang diperankan oleh Ken Watanabe,,,how is he in my mind??? This is it,,, :-)

1.      Tranformational Leadership (Katsumoto)
Kepemimpinan transformasional menurut Burns (Bass,1985) merupakan suatu proses di mana seorang pemimpin berusaha memotivasi bawahannnya untuk melakukan tanggung jawab yang lebih tinggi, pemimpin berusaha meningkatkan kesadaran anggotanya dengan menggunakan dayak tarik nilai,moralitas dan idealisme yang lebih tinggi seperti kebebasan, keadilan, keseimbangan, kedamaian dan kemanusiaan, tidak berdasarkan emosi seperti ketakutan,kecemburuan dan kebencian.Sedangkan kepemimpinan transaksional diartikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan suatu proses pertukaran (exchange process) di mana para pengikut mendapatkan imbalan yang segera dan nyata untuk melakukan perintah-perintah pemimpin. Kepemimpinan dan karyawan mempengaruhi satu sama lain (Burns dalam Bass,1985).
Avolio dan Bass (2003) menyebutkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki empat karakteristik, meliputi kharismatik (idealized Influence), motivasi yang inspirasional (inspirational motivation), stimulasi intelektual (Intellectual Stimulation), dan perhatian individual (Individual Consideration).

The Last Samurai - Kaisar Meiji

Dalam tulisan ini saya tidak akan bercerita tentang sinopsis dari film The Last Samurai yang dibintangi oleh Ken Watanabe dan Tom Cruise tersebut,,,namun analisis kepemimpinan yang didapat dari film tersebut yang akan saya paparkan. Dan ini sebenarnya adalah tugas untk Ujian Akhir dari dosen tersayang Mr. Fathul Himam,,,

Oke langsung aja yah,,,

1.      Visionary Leadership (Kaisar Meiji)
Kepemimpinan visioner melibatkan kesanggupan, kemampuan, kepiawaian yang luar biasa untuk menawarkan kesuksesan dan kejayaan di masa depan. Seorang pemimpin yang visioner mampu mengantisipasi segala kejadian yang mungkin timbul, mengelola masa depan dan mendorong orang lain untuk berbuat dengan cara-cara yang tepat. Hal itu berarti, pemimpin yang visioner mampu melihat tantangan dan peluang sebelum keduanya terjadi sambil kemudian memposisikan organisasi mencapai tujuan-tujuan terbaiknya.
Visionary Leadership juga didasarkan pada tuntutan perubahan zaman yang meminta dikembangkannya secara intensif peran organisasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal bagi pembangunan, sehingga orientasi visi diarahkan pada mewujudkan nilai komparatif dan kompetitif para anggotanya sehingga tetap bisa bersaing dengan berbagai inovasi-inovasi yang terus berkembangan seiring dengan tantangan zaman.
Kepemimpinan visioner memiliki ciri-ciri yang menggambarkan segala sikap dan perilakunya yang menunjukkan kepemimpinannya yang berorientasi kepada pencapaian visi, jauh memandang ke depan dan terbiasa menghadapi segala tantangan dan resiko.
Mengapa kemudian saya memandang bahwa Kepemimpinan Kaisar Meiji adalah kepemimpinan visioner. Karena Kaisar Meiji adalah seorang kaisar yang melakukan perubahan besar-besaran di Jepang dengan melakukan pembaratan di semua lini. Mulai dari pakaian, membuat transportasi dengan kereta, dan juga dalam bidang militer.

Sabtu, 24 November 2012

Dare to Be Yourself



Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang berprofesi sebagai guru, yang bernama Brad Cohen. Kisah ini adalah kisah nyata. Brad Cohen mempunyai penyakit yaitu Tourette Syndrom sejak ia berumur 6 tahun. Tourette syndrom adalah sebuah penyakit dimana terjadi gangguan pada syaraf otak sehingga membuatnya mengeluarkan bunyi-bunyi aneh yang tak bisa di kontrol. Kehidupan yang dijalani Brad cukup pelik karena ia sering mendapat ejekan dari teman-teman sekolahnya dan juga gurunya yang tidak mengerti dengan kelainan yang dideritanya membuatnya membenci sekolah. Bahkan ayahnya sering memarahinya karena mengira ia sedang mengolok-olok atau mencoba mengacau dengan suara-suara aneh tersebut.
Akhirnya sang ibu yang mengetahui tentang kelainan yang diderita Brad, yaitu Tourette Syndrome dan ternyata belum ditemukan obat untuk penyakit tersebut. Ibunya yang tangguh yang juga mengajarkan Brad untuk tidak menyerah terhadap penyakitnya dan untuk tidak membiarkan penyakit tersebut menang.


Hal yang menarik dari film ini adalah Brad yang mempunyai Tourette Syndrome bercita-cita menjadi seorang guru, lebih tepatnya pendidik. Seseorang yang menginspirasinya untuk menjadi guru, salah satunya adalah Kepala Sekolahnya ketika di Sekolah Menengah, yang telah mengajarkan nya tentang arti pendidikan dan membuatnya tidak malu untuk membuat orang mengerti tentang penyakitnya agar ia dapat diterima. Dan jangan takut untuk menjadi diri sendiri serta selalu optimis.