Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)
Tampilkan postingan dengan label Jejak Langkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Langkah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Borneo Island


Journey,,,begin,,,

Start from Kalimantan Tengah yang beribukota Palangkaraya. Bandar udara Tjilik Riwut. Sungguh luar biasa sebenarnya pengorbanan temen-temen di sini. Sungguh terkadang malu mengaku diri kader, mengaku diri pengurus besar tapi belum banyak pengorbanan yang dilakukan, belum banyak pembuktian yang dilaksanakan. Sungguh,,,aku malu RABB...

Bingung awalnya bertemu dengan adik-adik dengan seabreg kegiatan. Tapi sungguh, dakwah itu meminta totalitas. Raga, jiwa, tenaga, fikir, apapun itu akan diminta untuk kau korbankan demi dakwah, dan sudah seharusnya ketika kita merasa bahwa PII adalah alat perjuangan itu, alat perjuangan tuk dakwah izzul islam wal muslimin maka totalitas lah yang dibuthkan. Kader PII bagiku adalah kader abnormal, sibuk iya, tapi PII adalah prioritas utama. Bukan yang kedua, ketiga, atau setelahnya. Tapi yang pertama, yang utama. Jika engkau tidak yakin duhai kawan,,,maka seperti dakwah,,,PII pun tidak membutuhkan kita,,,Islam tidak membutuhkan kita,,,kita lah yang butuh...selama engkau masih merasa dibtuhkan,,,sungguh,,,lebih baik engkau pergi sajalah,,,pergi lah,,,pergi,,,

Sampai di Bandara Tjilik Riwut 5 februari 2013, setelah menyelesaikan tugas kaderisasi untuk memenuhi kewajiban menjadi instruktur di LAT dan PID Jabar. Memang awal tahun ini yang rencananya aku akan belajar dari alam harus tertunda, karena sungguh rencana-Nya lebih indah. Januari dan Februari di awal tahun ini aku harus belajar dari manusia...

Kamis, 22 November 2012

Laskar Semeru


Kangen banget ma sahabat-sahabat Laskar Semeru...
Seperti yang pernah aku ceritakan di jejak petualanganku ke Puncak Tertinggi Pulau Jawa, Puncak Para Dewa,,,tempat Soe Hok Gie menghembuskan nafas terakhirnya. Kali ini akan menceritakan masing-masing dari personel Laskar Semeru, sepuluh orang termasuk aku dengan formasi 7 laki-laki dan 3 perempuan.
Tadaa,,,,,
The first one is...
·         Yudi Aswandi


Yudi,,,hm,,,aku kenal yudi udah 9 tahunan kayaknya. Karena dia adalah salah satu murid mamakQ di SMA. Kami cukup akrab dan dia banyak membantuQ selama ini. Dan hubungannya dan keluargaQ juga cukup dekat, bisa dibilang yudi itu udah kayak anak laki-laki dari ayah dan mamak.

Dia pula yang mengajakQ untuk ikut pendakian ini, pendakian yang telah menjadi cita-citaQ berapa tahun yang lalu yah??? Hm,,pokoknya ini salah satu mimpiQ. Makasiy Yudi untuk semuanya,,,dukungan moril dan materil...
Yudi ini orangnya sok serius,,,selalu ngerasa dirinya jelek, hidung kembang, dan Mr. Perfect,,,haha, nama kerennya Pangeran Diwan.

The second one is...
·         Imam Luthfi

This one,,,adik baruQ yang pertemuan pertama kami di Stasiun Pasar Senen Jakarta. Bukan hanya dengan Imam siy, tapi dengan 8 orang lainnya baru bertemu pertama kali di Stasiun sebelum keberangkatan untuk memulai perjalanan.

Imam ini suka sangat memanggilQ dengan “”Mbak Maul”, ada siy beberapa orang yang memanggilQ dengan panggilan yang sama, dan kini bertambah satu orang lagi... J
Imam ini leader nya kita, yang gila banget ma gunung, dan yang punya gagasan ngajakin kita-kita untuk menaklukkan Semeru. Makasiy juga untuk Imam yang always jadi fotografer sepanjang perjalanan, dan punya responsibility yang baik menurutQ J

Next,,,
·         Lathief Al-Anshary

Lathief,,,,orangnya baik,,,dia suka bacain puisinya Soe Hok Gie di sepanjang perjalanan. Gayanya ke Miro jutek banget, dan dia orang yang pertama kali “kram” pas kita udh nyampe di Ranu Kumbolo. Ternyata dia sensitif ma dingin,,,
Lathief juga yang kasih wejangan pas kakiQ kram, keseleo atau apalah itu namanya. Pas turun dari puncak, dia itu yang nungguin di belakang ma teguh,,,dan Miro yang selalu ngedampingin.

And then...
·         Wira


Ni anak unik banget,,,bisa2nya dia nemu makanan disono. Pas di kalimati kalo gag salah itu mah dia nemu lauk yang akhirnya kita makan bersama di Arcopodo, dan sumpah yah,,nikmat banget. Wira juga niy yang ngambil air ke Sumber Mani untuk bekal kita ke Puncak. Wira juga yang turut ngebantuin Ipeh untuk sampai ke Puncak Mahameru. Di puncak Wira juga yang ngebantuin ngumpulin pasir mahameru,,,hehe

Wira yang kecil ini tapi bawaannya banyak bener,,,dan sepanjang perjalanan pulang obrolannya Wira dan Miro menemaniQ karena mereka berada di depanQ. Begitu-begitu dan begini-begini Wira udah punya pacar lho,,,namanya Angel ... J

·        

Mahameru - part five (pulang)


Perjalanan pulang niy...
Akhirnya,,,,perjalanan pulang dimulai. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa apalagi bagiku yang masih pemula. Semeru adalah gunung kedua yang kudaki setelah Gunung Sibayak di Sumatera Utara. Tapi karena memang ini mimpiku maka aku pun dapat meraihnya dengan bantuan ALLAH yang tentunya melalui tangan-tangan para Laskar Semeru.

Kita siy berniat bakalan ke Bromo kalau tiket kereta yang langsung ke Jakarta dapat. Tapi ternyata tidak demikian adanya, kita kehabisan tiket kereta dari Malang-Jakarta. Dan akhirnya kita harus sambung menyambung bis dari Malang-Surabaya-Jakarta.
Kalimati di perjalanan pulang
 Bermalam satu malam lagi di Ranu Kumbolo, mengucapkan salam perpisahan pada alam yang indah ini, mengumpulkan sampah-sampah agar alam ini tak rusak. Lalu berjalan menuju Pos Ranu Pane. Sedih,,,tapi memang begitulah,,,kalo disuruh tinggal disana juga kan gag mungkin, hehehe

Truk yang membawa kami sudah menunggu di Ranu Pane, disana,,di kamar mandi sebelah Mushalla kami membersihkan diri, mandi, dan kemudian Shalat dan jum,,,,mari kita kembali ke Sekretarian Himpunan Mahasiswa Tanah Universitas Brawijaya.

Perjalanan pulang semua sudah pada lelah, ada yang tertidur, dan ada yang masih bisa bercerita, dan ketika memandang Semeru dari kejauhan, semua kita berkata “Aku telah sampai kesana”...sungguh pengalaman yang sangat berarti, perjalanan spiritual, perjalanan yang berkah semoga.

Mahameru - part four


Kita pun istirahat untuk mempersiapkan diri menuju Puncak. Aku berharap bisa melihat sunrise dari puncak sana, dan karena menurut literatur perjalanan Arcopodo-Puncak adalah 4 jam maka kita sepakat untuk bangun pukul 11 malam agar bisa liat sunrise dan tentunya shubuh di atas sana. Sudah terbayang di depan mata. Sungguh aku sudah tak sabar menanti pemandangan apa yang bakal aku dapatkan di puncak nanti.

Pukul 11 malam, kojek mulai membangunkan kami. Puncak woy,,,,katanya. Kita mengisi perut seadanya, kemudian menentukan urutan untuk jalan. Kemudian berdo’a untuk keselamatan hingga puncak. Tak perlu muluk-muluk dan terburu-buru, yang penting sampai puncak dengan selamat. BismiLLAH,,kami melangkah. Mudahkan Ya Rabb,,,

Perjalanan dimulai, didepanku ada Miro. Di awal perjalanan masih ada pepohonan, dan aku sempat sesumbar ini tak sesulit ketika saat Kalimati-Arcopodo, dan ternyata ALLAH mengingatkanku,,,sumpah,,,setelah batas vegetasi habis, yang ada hanyalah pasir dan pasir. Tak ada tempat bertumpu, pikiran-pikiran negatif kadangkala terlintas di otak ku. Namun shalawat dan dzikir tetap kulantunkan sesuai dengan pesan ayahku tersayang.

Gila,,,aku rasa sudah hampir tiga jam berjalan namun puncak tak juga terlihat,,,puncak,,,mana puncak,,puncak mana,,,berjalan pun sudah tak bisa dengan tegak, dan harus merangkak. Karena berjalan tiga langkah, mundur selangkah. Pasir-pasir itu sungguh menjelma menjadi penguji kekuatan fisik dan semangat kami untuk menaklukkan Mahameru seperti yang telah kami angankan selama perjalanan.
ipeh yang dibantu imam dan wira
Dinginnya udara juga semakin menusuk. Ipah sekarang dibantu oleh dua orang, Imam dan Wira. Kita sudah sepakat, bersepuluh harus sampai di puncak,,,bagaimanapun caranya. Dan tiba-tiba...ALLAH kakiku sakit sekali, dan tak bisa melangkah, kram dan aku berteriak pada Yasin untuk menungguku. Akhirnya Kojek datang dan mulai memberikan perawatan pada kakiku, Imam datang memberikan kupluknya agar aku tak kedinginan, katanya telinga juga harus dijaga kehangatannya mbak maul. Aku sungguh sangat terharu. Dan puncak masih belum terlihat....berapa lama lagi ini pikirku.

Mahameru - part three


27 Juni 2012
Membuka tenda dengan pemandangan dua bukit di Ranu Kumbolo dan sinar matahari yang mulai malu-malu mengintip dari timur. Bergegas menunaikan kewajiban pada Sang Maha, dan kemudian mencari kehangatan di api unggun yang ternyata adalah api unggunya kru Film 5 cm. Kami bertemu dengan Ssang Sutradara yang juga ikut menghangatkan badan disitu, dan juga seorang Casting Director yang kami panggil Bunda, aku pun tak tahu entah siapa nama lengkapnya. Bunda pun banyak bercerita tentang pengalamannya ketika naik, walaupun gag sampe puncak. Dia menasehati kami harus kompak, gag boleh egois, dan harus bekerja sama selama pendakian. Kulihat Miro sudah larak-lirik sana sini, pastinya ngeliatin Herjunot Ali udah bangun apa belum, hahaha

Dasar Miro,,,begitu melihat Junot nongol di kejauhan dengan memakai jaket hitam dia langsung girang banget, dan buru-buru mengajakku pergi kesana agar dapat foto bareng Junot. Aku siy sebenarnya ngarepin Fedi Nuril yang nongol, tapi kelihatannya dia belum tampak. Tapi junot pun tak apalah,,,kami mendekati Junot dan akhirnya berhasil foto bareng Junot.

Dan,,,selesai itu aku dan ipah mulai lagi mempersiapkan untuk sarapan kita. Kita juga banyak ngobrol bareng Rizal Mantovani, sebentar lagi mereka akan syuting di Tanjakan Cinta dan Oro-oro Ombo,,,hm,,,sungguh jadi tak sabar rasanya ingin menonton film 5cm yang akan tayang 121212 nanti.

Hwa,,,,,,,,,,,,,pas aku dan miro lagi gantian ngantri kamar mandi (yang sebenernya di sediain buat syuting 5cm) Fedi Nuril nongol,,,,dari kejauhan aku udah ngeliat dia, dan si Miro yang tahu gelagatku langsung ambil kamera, dannn,,,,,,,,kami mengejar babg Fedi and,,,yup,,,berhasil foto bareng,,seneng banget,,habisnya orangnya ramah dan gag sombong, kayaknya juga rajin nabung,,,hahaha

Sekitar jam 7 kita mulai gerak menuju kalimati dan bakalan ngecamp di Arcopodo sebelum akhirnya meneruskan perjalanan menuju Puncak Mahameru. Kita menyempatkan diri foto dengan Rizal Mantovani di depan tanjakan cinta. Tanjakan cinta yang mitosnya jika kita menyebut nama orang yang kita cintai dengan sungguh-sungguh dan terus berjalan, maka hubungan kita akan langgeng,,,hayo,,,siapa yang mau coba,,, (dan sumpah tanjakan cinta itu panjang banget sepertinya)...tak sangguplah aku terus berjalan tanpa henti,,,cuapaek rek,,, J

Sungguh benar gambaran di Novel 5cm, setelah tanjakan cinta pemandangan oro-oro ombo sudah menanti, padang savana yang luas dan indah, kayaknya cocok untuk syuting film India, berlarian disana dengan mengibar-ngibarkan selendang,,,diiringi lagu india,,hahaha

Mahameru - part two


Tapi sungguh,,,semua kelelahan itu terbayarkan ketika sudah melihat Ranu Kumbolo dari kejauhan, dan disana banyak tenda-tenda yang telah terpasang. Menurut berita yang kami dengar sedang berlangsung syuting Film 5 cm disana dengan sutradara Rizal Mantovani. Ini juga merupakan salah satu anugerah buat kami, karena tak bisa dipungkiri Novel 5cm itu sendiri adalah sebagian besar yang menginspirasi untuk mendaki Mahameru ini.

Kita sampai di Ranu Kumbolo sudah sekitar jam 5 sore dan itu berarti menjelang maghrib. Yang laki-laki bersiap mendirikan tenda dan mencari kayu bakar untuk api unggun, sedangkan aku dan Ipah mempersiapkan makan malam. Miro...dia sedang ngobrol-ngobrol bersama pendaki lain.

Langit Ranu Kumbolo yang indah menambah suasana yang indah pula, walaupun dinginnya menusuk sampai ke pori-pori. Kami menghangatkan badan di seputaran api unggun yang telah kami buat. Setelah shalat berjama’ah dan makan, masing-masing ada yang bermain kartu, ada yang mengobrol dengan pendaki lain, ada yang menikmati indahnya pemandangan Ranu Kumbolo.
Ranu Kumbolo pukul 5 pagi

Ranu Kumbolo itu persis seperti lukisan atau gambar yang sering dibuat oleh seorang anak TK/SD ketika menggambar pemandangan. Dengan dua gunung dan ada matahari di tengahnya (jika pagi hari tentunya),,,luar biasa. Bintang bertaburan, sangat banyak,,,dan api unggun dimana-mana.  

Dan begitulah kami menghabiskan malam dan akhirnya masuk ke tenda dengan memakai sleeping bag, kaos kaki, jaket, sarung tangan, dan masih saja tetap terasa dingin,,,BismiLLAH,,,,besok pendakian akan dilanjutkan...

Mahameru - part one


28 Juni 2012
SubhanaLLAH dan Hamdalah,,,
Hanya dua kata ini yang terucap dari bibirku ketika akhirnya mencapai puncak Mahameru, dengan air mata yang begitu saja mengalir di pipiku.
“Hwa,,,,kak Jannah akhirnya sampai juga”, Miro mendatangiku dan langsung ku peluk adik  baruku itu selepas sujud tersungkur bersyukur di puncak yang katanya Puncak Para Dewa.
Bagaimana tidak, menjejakkan kaki di puncak tertinggi Pulau Jawa adalah salah satu mimpiku yang akhirnya kesampaian. ALLAH memang Maha Baik, aku tak hanya dapat memenuhi mimpiku itu namun juga mendapat saudara baru, adik-adik baru, tak tanggung-tanggung, 8 adik baru yang semua nya luar biasa.
pelukan miro sesaat setelah sujud syukurQ di puncak
Itu adalah Peak Experience yang ku alami ketika berhasil mencapai Puncak Tertinggi di Pulau Jawa setelah hampir 7 jam lebih berjalan dari Arcopodo. Tak apalah walaupun literatur mengatakan perjalanan dari Arcopodo menuju puncak adalah sekitar 4 jam, yang penting aku sudah berhasil menjejakkan kakiku di sana. Di atas hamparan awan, seolah-olah dapat menyentuh langit, dan berguling-guling di tumpukan awan yang sangat indah. Walaupun tak dapat menyaksikan indahnya matahari terbit dari Puncak Mahameru, namun sungguh matahari terbit itu indah luar biasa meski menyaksikannya tak dari puncak, tetapi sudah ¾ perjalanan.


24 Juni 2012, 21.00 WB
Aku bertemu dengan teman baikku Yudi di Stasiun Pasar Senen Jakarta, dan dia bersama 8 orang lainnya. Jadi kami genap bersepuluh, dengan formasi 7 laki-laki dan 3 perempuan. Kami akan melakukan perjalanan menuju Puncak Tertinggi Pulau Jawa yaitu Mahameru. Disitulah pertemuan pertamaku dengan mereka. Imam, sang leader yang sok cool, Kojek yang anaknya asyik banget, Yasin yang pendiam, Teguh yang lucu, Wira yang unik, Lathif yang jaim, Miro yang berisik, dan Ipeh yang lemah lembut. Dan tentu sahabatku Yudi yang selalu ngerasa dirinya orang jelek. Dan perjalanan pun dimulai…