Senja kali ini kurasakan sangat berbeda dengan
senja-senja sebelumnya yang pernah aku lalui. Senja ini sangat menyenangkan,
karena sebentar lagi cita-cita terbesarku akan segera terkabul. Benar kata Ibu,
jika kita berdo’a dan berusaha, apapun pasti akan tercapai.
Aku adalah anak tunggal dari sebuah keluarga yang
miskin. Ibuku hanyalah seorang buruh cuci. Sedangkan ayahku adalah seorang
Satpam di sebuah komplek perumahan mewah di kotaku. Namun ayahku sudah lama
meninggalkan kami, saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar, ayah mengalami
kecelakaan yang menyebabkannya meninggal dunia. Jadilah aku hanya tinggal
berdua dengan ibu. Begitupun, orang tua ku selalu mengajarkan hal-hal yang
luhur tentang kehidupan.
Walaupun kehidupan kami pas-pasan, tapi orang tua ku
adalah orang tua yang memkirkan masa depan anaknya. Maka aku pun disekolahkan
dari Sekolah Dasar sampai sekarang aku sudah duduk di bangku SMA. Walaupun ibu
harus berjuang sendirian untuk membiayaiku yang kadang tersendat-sendat tapi
akhirnya sampai di masa SMA. Masa yang kata orang masa-masa paling bahagia dari
semua masa sekolah. Tapi masa ini juga adalah masa remaja yang penuh gejolak,
masa labil, masa peralihan atau apapun namanya. Dan di masa inilah, tepatnya
senja ini, senja yang kurasakan sangat istimewa dari senja biasanya.