Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)

Minggu, 16 Juni 2013

Pertemuan (6)

            Bagaimanakah seorang pemimpin yang efektif itu? Tentunya menjadi seorang pemimpin memiliki banyak tantangan. Leadership sendiri hanyalah alat untuk mencapai purpose dari sebuah organisasi. Gaya kepemimpinan apapun yang dipakai jika tidak efektif maka semua akan menjadi sia-sia karena purpose dari organisasi tersebut akan semakin menjauh.
            Dalam menjadikan kepemimpinannya menjadi sebuah kepemimpinan yang efektif, seorang pemimpin harus mampu mengenali dan memahami visi organisasinya dengan jelas. Dan juga harus mempunyai skill. Salah satu skill yang dibutuhkan adalah kemampuan dalam berkomunikasi, memotivasi dan juga mengambil keputusan.
            Kemampuan berkomunikasi dan memotivasi tentunya sangat dibutuhkan agar hubungan dan interaksi yang terbangun antara pemimpin dan bawahannya berjalan dengan baik dan lancar. Bagaimana seorang pemimpin mampu mengkomunikasikan tugas-tugas bawahannya dengan baik sehingga tidak terjadi misunderstanding dalam memahami tugas dan job desc yang telah masing-masing dibagikan.

Pertemuan (5)

Arrijalu qawwamuna ‘ala annisa (Qur’an), bagaimanakah kita memahami ayat ini, karena jika dilihat dari terjemahan Indonesia maka ayat ini dipahami dengan “lelaki adalah pemimpin perempuan”, sedangan jika dilihat dari The holy Qur’an maka ayat ini dipahami sebagai “man protecs woman”, lelaki adalah pelindung.
Dalam dunia kepemimpinan, saya meyakini perempuan juga bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif sama halnya dengan laki-laki. Pola suh dan budaya Indonesia memang mendidik anak perempuan dari kecil untuk mandiri dan dapat mengerjakan segala sesuatunya sendiri bahkan tak jarang juga melayani kebutuhan anggota keuarga yang lain. Dan anak lelaki biasanya dididik bahwa ia adalah raja dan harus dilayani, hal ini terkadang memberikan efek negatif lelaki menjadi tidak mandiri dan harus diberikan pelayananan apa yang dibutuhkannya. Namun tak jarang yang menjadi kelemahan kau hawa adalah dia menerima apa adanya dan memandang sesuatu dengan sederhana. Tak memiliki gambaran masa depan kecuali pengabdian terhadap suami dan keluarganya, hal ini yang terkadang membuat perempuan menjadi stagnan.

Pertemuan (4)

Leadership is processing how to influence people. Bagaimana seorang pemimpin dapat mempengaruhi bawahan dan mengarahkannya demi tercapainya purpose organisasi. “Siap memimpin dan siap dipimpin” adalah salah satu prinsip di pondok pesantren yang luar biasa. Setiap manusia harus siap dipimpin sebelum akhirnya menjadi pemimpin, walaupun sejatinya setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendirinya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.
            Seorang pemimpin harus mampu mengarahkan dan memberdayakan bawahannya demi tercapainya tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dalam mengolah bawahannya. Walaupun mungkin seorang pemimpin itu memiliki bawahan yang lebih pintar dari dirinya namun kemampuan yang dimilikinya mampu memberdayakan segala potensi yang ada pada bawahannya untuk kesuksesan organisasi.