Ahlan wa Sahlan...
Welcome...
Selamat datang di kampoeng hening....

*kampoeng yang sebenarnya tak hening:-)

Kamis, 02 November 2017

No juwit juwit (No jerit-jerit)

Sudah beberapa minggu ini bunda memang sedang terganggu dengan kebiasaan "ngamuk" si abang. Dan kalau udah ngamuk alias tantrum suaranya menggelegar banget. Semua semua diminta dengan menjerit. Ngomong menjerit, nangis apalagi. Hamdalah banget kali ini belajar komunikasi produktif. Dan ada tantangan yang amat sangat seru sekali agar komunikasi produktif di keluarga berjalan dengan baik. Jadi, kali ini bunda milih memperbaiki komunikasi dengan Big A.

Tadi malam sebelum tidur seperti biasa bunda cerita-cerita dulu dengan Big A (Angkasa Mahmuda, 2 tahun 9 bulan). bunda sounding ke Angkasa klo besok kita belajar mengurangi teriakan di setiap aktivitas. 

Bunda: bg,,,besok kita belajar ngurangi jerit-jerit ya nak e,,,klo ada yg dimaui bilangnya baek-baek, lembut. Klo bunda di kamar mandi juga nanyanya ga usah gedor pintu,,,panggilnya lembut,,,bunda,,,o bunda,,,(pakai suara lembut),,ya nak,,,
Angkasa: Iya bunda??? (intonasi melengking), padahal si adek di sebelah dah bubu
Bunda: ha,,,coba pelan ngomongnya,,,
Angkasa: Iyya bunda (mulai lembut)

Seterusnya cerita didominasi oleh bunda sambil sesekali si abang menanggapi dengan mata dah 5 watt. Cerita juga klo besok di angkot (kami lg pulang kampung ke rumah nenek) ga boleh keluarin tangan dari jendela ya, kepalanya juga,,ntar bisa kesamber,,,dan dia malah ingat cerita di tentang saliha di Buku Halo Balita,,,haha

hari ini tetap ada jeritan-jeritan, teriakan tapi selalu diingatkan. dan si abang akan mulai ngerubah intonasinya setiap kali di ingatkan. semoga ke depan lebih baik,,,dan bisa berubah total yah,,,trus masalah ga ngeluarin tangan dan kepala di angkot hamdalah berjalan lancar,,,,

#hari1
#gamelevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Jumat, 27 Desember 2013

Sometimes...

Kadangkala ketika kita terlalu merasa kita bisa melakukan semuanya sendiri, ALLAH mengingatkan kita bahwa kita butuh orang lain yang mendukung kita...Entah peringatan itu lewat jalan yang membuat kita bahagia, ataupun membuat kita bersedih karena sangat menyakitkan, tapi peringatan ALLAH pastilah bijaksana...

Kadangkala ketika kita menyombongkan diri bahwa kita selalu punya solusi untuk setiap permasalahan yang ada, ALLAH mengingatkan kita bahwa solusi yang terbaik adalah ketika kita bersandar dan berharap hanya padaNYA, bukan bersandar dan berharap pada makhluknya... Entah peringatan itu lewat jalan yang membuat kita bahagia, ataupun membuat kita bersedih karena sangat menyakitkan, tapi peringatan ALLAH pastilah bijaksana...

Minggu, 16 Juni 2013

Special Children


                Setiap anak adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Dan setiap anak adalah unik dan spesial dengan kelebihan dan kekurangannya. Anak dengan kebutuhan khusus selalu ada, yaitu anak yang berbeda dari rata-rata anak normal. Jika kita gambarkan dalam distribusi frekuensi normal, maka anak dengan kebutuhan khusus berada di ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Yang berada di ekstrim kanan disebut anak gifted, sedangkan yang berada di ekstrim kiri disebut anak dengan anak dengan disability.
                Anak dengan kebutuhan khusus bukan hanya anak dengan disability tapi juga anak gifted. Karena anak gifted juga berbeda dari anak kebanyakan. Setiap anak mungkin saja memiliki kelebihan dan kekurangan di area lain. Ada anak yang cepat menagkap pelajaran dan pandai berhitung, namun ada juga anak yang mengalami kesulitan belajar, membaca, maupun berhitung.
a.       Anak Gifted
Anak gifted biasanya punya kecerdasan di atas rata-rata (biasanya punya IQ di atas 130) dan atau punya bakat unggul di beberapa bidangseperti seni, musik, dan matematika. Ada beberapa karakteristik yang mendskripsikan anak gifted. Ellen Winner (1996), seorang ahli di bidang kreativitas dan anak berbakat mendeskripsikan tiga kriteria yang menjadi ciri anak gifted, yaitu:
1.       Dewasa lebih dini (precocity), anak gifted adalah anak yang dewasa sebelum waktunya apabila diberi kesempatan untuk memaksimalkan bakat yang mereka miliki. Biasanya mereka menngusai satu bidang lebih dulu daripada teman-temannya yang lain.
2.       Belajar menuruti kemauan mereka sendiri, mereka biasanya belajar secara berbeda dengan anak lain. Dan mereka tidak membutuhkan banyak dukungan atau scaffolding dari orang dewasa. Mereka kerap membuat penemuan dan memecahkan masalah sendiri dengan cara yang berbeda.
3.       Semangat untuk menguasai, anak gifted tertarik untuk memahami bidang yang menjadi bakat mereka. Merka memperlihatkan minat yang besar dan obsesif serta memiliki kemampuan fokus yang kuat.
Selain ketiga hal tersebut, para peneliti juga menemukan bahwa anak gifted belajar lebih cepat, memproses informasi lebih cepat, menggunakan penalaran dengan lebih baik, menggunakan strategi yang lebih baik, dan memantau pemahaman mereka dengan lebih baik ketimbang anak yang normal (Stenberg&Clickenbeard, 1995)).
Maka dari itu, dibutuhkan identifikasi dan penanganan yang tepat pada anak gifted bagi orang tua maupun guru agar mereka dapat memaksimalkan bakatnya dengan baik. Anak gifted, seperti juga anak lainnya membutuhkan tantangan yang lebih, jika tidak mereka akan merasa bosan dan frustasi, dan bisa saja mengganggu temannya yang lain jika mereka menyelesaikan sesuatu lebih dulu.

The Last Samurai - Katsumoto

the next ,,,is Katsumoto,,seorang samurai yang diperankan oleh Ken Watanabe,,,how is he in my mind??? This is it,,, :-)

1.      Tranformational Leadership (Katsumoto)
Kepemimpinan transformasional menurut Burns (Bass,1985) merupakan suatu proses di mana seorang pemimpin berusaha memotivasi bawahannnya untuk melakukan tanggung jawab yang lebih tinggi, pemimpin berusaha meningkatkan kesadaran anggotanya dengan menggunakan dayak tarik nilai,moralitas dan idealisme yang lebih tinggi seperti kebebasan, keadilan, keseimbangan, kedamaian dan kemanusiaan, tidak berdasarkan emosi seperti ketakutan,kecemburuan dan kebencian.Sedangkan kepemimpinan transaksional diartikan sebagai kepemimpinan yang melibatkan suatu proses pertukaran (exchange process) di mana para pengikut mendapatkan imbalan yang segera dan nyata untuk melakukan perintah-perintah pemimpin. Kepemimpinan dan karyawan mempengaruhi satu sama lain (Burns dalam Bass,1985).
Avolio dan Bass (2003) menyebutkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki empat karakteristik, meliputi kharismatik (idealized Influence), motivasi yang inspirasional (inspirational motivation), stimulasi intelektual (Intellectual Stimulation), dan perhatian individual (Individual Consideration).

The Last Samurai - Kaisar Meiji

Dalam tulisan ini saya tidak akan bercerita tentang sinopsis dari film The Last Samurai yang dibintangi oleh Ken Watanabe dan Tom Cruise tersebut,,,namun analisis kepemimpinan yang didapat dari film tersebut yang akan saya paparkan. Dan ini sebenarnya adalah tugas untk Ujian Akhir dari dosen tersayang Mr. Fathul Himam,,,

Oke langsung aja yah,,,

1.      Visionary Leadership (Kaisar Meiji)
Kepemimpinan visioner melibatkan kesanggupan, kemampuan, kepiawaian yang luar biasa untuk menawarkan kesuksesan dan kejayaan di masa depan. Seorang pemimpin yang visioner mampu mengantisipasi segala kejadian yang mungkin timbul, mengelola masa depan dan mendorong orang lain untuk berbuat dengan cara-cara yang tepat. Hal itu berarti, pemimpin yang visioner mampu melihat tantangan dan peluang sebelum keduanya terjadi sambil kemudian memposisikan organisasi mencapai tujuan-tujuan terbaiknya.
Visionary Leadership juga didasarkan pada tuntutan perubahan zaman yang meminta dikembangkannya secara intensif peran organisasi dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal bagi pembangunan, sehingga orientasi visi diarahkan pada mewujudkan nilai komparatif dan kompetitif para anggotanya sehingga tetap bisa bersaing dengan berbagai inovasi-inovasi yang terus berkembangan seiring dengan tantangan zaman.
Kepemimpinan visioner memiliki ciri-ciri yang menggambarkan segala sikap dan perilakunya yang menunjukkan kepemimpinannya yang berorientasi kepada pencapaian visi, jauh memandang ke depan dan terbiasa menghadapi segala tantangan dan resiko.
Mengapa kemudian saya memandang bahwa Kepemimpinan Kaisar Meiji adalah kepemimpinan visioner. Karena Kaisar Meiji adalah seorang kaisar yang melakukan perubahan besar-besaran di Jepang dengan melakukan pembaratan di semua lini. Mulai dari pakaian, membuat transportasi dengan kereta, dan juga dalam bidang militer.

Pertemuan (8)

            Hideyoshi – Pemimpin Visioner (The Swordless Samurai)
“Semakin dalam aku memahami Lord Nobunaga dan Klan Oda, semakin au yakin bahwa ia adalah pemimpin yang paling tepat untukku mengabdi. Apakah kau ingin mengembangkan dirimu? Maka praktikkanlah Pandangan ke depan. Pilihlah pemimpin yang memiliki visi” (Hideyoshi dalam Swordless Samurai)
            Lord Nobunaga adalahsalah seorang pemimpin Jepang yang memiliki impian dahsyat untuk menyatukan Jepang di bawah satu pemerintahan dan mengakhiri zaman peperangan. Dan inilah yang dibutuhkan oleh bangsa dan diinginkan masyarakat. Pemimpin seperti ini memiliki visi yang di luar nalar manusia, dan impian ini, visi ini dilanjutkan oleh Hideyoshi, pelayannya yang juga menjadi pemimpin Jepang.

Pertemuan (7)

            Good leaders don’t task more than their constituents can give, but they often ask and get more than their constituents intended to give or thought it was possible to give (John W Gardner)
            Pembahasan kali ini membahas bahwa seorang Leader atau pemimpin hanya menyumbang 20% untuk kesuksesan organisasi dan selebihnya adalah sumbangan dari followers. Bisa jadi benar karena seorang pemimpin hanya harus mampu mempengaruhi dan menggerakkan orang lain. Meskipun followernya lebih cerdas, lebih pintar, lebih dari dia, namun yang tidak dimiliki oleh follower tersebut adalah power dan seorang pemimpin harus mampu mengolah potensi yang ada pada followernya demi kesuksesan organisasi. Untuk itu pastinya dibutuhkan sebuah interaksi yang baik antara pemimpin dan juga bawahan, leader and follower.
            Jika pemimpin dan bawahan memiliki interaksi yang baik, sinkron satu sama lain, berada dalam satu tujuan, maka dapat dipastikan organisasi itu akan sukses karena kesuksesan itu adalah hasil dari interaksi.

Pertemuan (6)

            Bagaimanakah seorang pemimpin yang efektif itu? Tentunya menjadi seorang pemimpin memiliki banyak tantangan. Leadership sendiri hanyalah alat untuk mencapai purpose dari sebuah organisasi. Gaya kepemimpinan apapun yang dipakai jika tidak efektif maka semua akan menjadi sia-sia karena purpose dari organisasi tersebut akan semakin menjauh.
            Dalam menjadikan kepemimpinannya menjadi sebuah kepemimpinan yang efektif, seorang pemimpin harus mampu mengenali dan memahami visi organisasinya dengan jelas. Dan juga harus mempunyai skill. Salah satu skill yang dibutuhkan adalah kemampuan dalam berkomunikasi, memotivasi dan juga mengambil keputusan.
            Kemampuan berkomunikasi dan memotivasi tentunya sangat dibutuhkan agar hubungan dan interaksi yang terbangun antara pemimpin dan bawahannya berjalan dengan baik dan lancar. Bagaimana seorang pemimpin mampu mengkomunikasikan tugas-tugas bawahannya dengan baik sehingga tidak terjadi misunderstanding dalam memahami tugas dan job desc yang telah masing-masing dibagikan.

Pertemuan (5)

Arrijalu qawwamuna ‘ala annisa (Qur’an), bagaimanakah kita memahami ayat ini, karena jika dilihat dari terjemahan Indonesia maka ayat ini dipahami dengan “lelaki adalah pemimpin perempuan”, sedangan jika dilihat dari The holy Qur’an maka ayat ini dipahami sebagai “man protecs woman”, lelaki adalah pelindung.
Dalam dunia kepemimpinan, saya meyakini perempuan juga bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif sama halnya dengan laki-laki. Pola suh dan budaya Indonesia memang mendidik anak perempuan dari kecil untuk mandiri dan dapat mengerjakan segala sesuatunya sendiri bahkan tak jarang juga melayani kebutuhan anggota keuarga yang lain. Dan anak lelaki biasanya dididik bahwa ia adalah raja dan harus dilayani, hal ini terkadang memberikan efek negatif lelaki menjadi tidak mandiri dan harus diberikan pelayananan apa yang dibutuhkannya. Namun tak jarang yang menjadi kelemahan kau hawa adalah dia menerima apa adanya dan memandang sesuatu dengan sederhana. Tak memiliki gambaran masa depan kecuali pengabdian terhadap suami dan keluarganya, hal ini yang terkadang membuat perempuan menjadi stagnan.

Pertemuan (4)

Leadership is processing how to influence people. Bagaimana seorang pemimpin dapat mempengaruhi bawahan dan mengarahkannya demi tercapainya purpose organisasi. “Siap memimpin dan siap dipimpin” adalah salah satu prinsip di pondok pesantren yang luar biasa. Setiap manusia harus siap dipimpin sebelum akhirnya menjadi pemimpin, walaupun sejatinya setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendirinya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.
            Seorang pemimpin harus mampu mengarahkan dan memberdayakan bawahannya demi tercapainya tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan dalam mengolah bawahannya. Walaupun mungkin seorang pemimpin itu memiliki bawahan yang lebih pintar dari dirinya namun kemampuan yang dimilikinya mampu memberdayakan segala potensi yang ada pada bawahannya untuk kesuksesan organisasi.

Selasa, 19 Maret 2013

Pertemuan (3)


Hari ini berlangsung dua sessi dan akan ada tiga presentasi dari kelompok. Dan salah satunya adalah kelompokku dengan jumlah anggota kelompok terbanyak. Dan kelompokku membahas mengenai “The Managerial Grid”. Dan cukup banyak pertanyaan yang muncul walaupun kami kelompok terakhir yang maju. Dan akhirnya,,,tibalah pembahasan dari Pak Fathul. Apa kata beliau, “Kalian belum melakukan yang namanya “REVIEW”, ini masih dalam tataran “VIEW”. Bahkan kata beliau kalau dalam Bloom’s Theory apa yang kami lakukan masih dalam tingkatan “KNOWLEDGE”, tingkatan terendah. Hua,,,,bener siy, apalagi kami tidak mencantumkan referensi, tidak mencari perbandingan, tidak mencari kelemahan, tidak mengkritisi, dan banyak “tidak” lainnya yang belum kami kerjakan. Yang kami lakukan hanya membaca, dan kemudia meringkas, bukan “REVIEW”,,, kegiatan “RE” nya itu yang tidak kami lakukan,,,

Pertemuan (2)


Pertemuan hari ini dimulai dengan mendiskusikan “Wise is a leader, a strategic leader”. Wise,,,kebijaksanaan memang selalu harus menjadi ciri pemimpin yang baik. Seorang pemimpin haruslah bijaksana. Apa sebenarnya makna dari bijaksana itu?. Apakah ia berkaitan dengan usia seseorang?. Apakah semakin tua kita, maka semakin bijaksana?. Seorang pemimpin yang bijaksana harus mengetahui apa resiko dari hal yang dilakukannya. Pokoknya memahami setiap kejadian dengan bijaksana, selalu memberikan solusi cerdas dan tepat.
Kita juga mendiskusikan bahwa akhir-akhir ini pembahasan kepemimpinan tak hanya sebatas kepemimpinan duniawi saja, namun bagaimana dari duniawi bergerak ke ukhrawi. Bagaimanapun sebagai orang beragama, pasti mengetahui bahwa akhirat itu ada. Bahkan katanya Abraham Maslow sendiri memiliki tingkatan need tertinggi, yaitu transendental. Hm,,,manusia pastilah pada suatu titik menyadari bahwa dirinya kecil dan ada Yang Lebih Besar yang menciptakannya. Masalahnya sekarang adalah terkadang kesadaran diri itu datang terlambat.
Berapa banyak pemimpin, seperti yang juga kita bahas dalam epos jawa, harus menyamar menjadi rakyat jelata untuk menemukan jati dirinya. Bagaimana ia mengenal dirinya untuk kemudian bisa mempengaruhi orang lain. Mengenli diri sebelum berhadapan dengan orang lain. Mengenali diri sebelum mengenali orang lain. Bahkan idealnya, semakin dewasa kita, semakin kita tidak membutuhkan petunjuk.
Ada sebuah Quote yang mengatakan “Siapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannya”. Demikianlah, dimulai dari mengenali diri, memahami apa yang ada dlam diri, istilah kerennya “Self Awareness”, maka seorang pemimpin akan menjadi pemimpin yang bijaksana.

Rabu, 06 Maret 2013

ceracau (2)

Duhai,,,kemanakah semangat itu pergi?
Mengapakah ia padam?
Padahal kita sama tahu,,,berharap hanyalah pada SANG PEMILIK HARAP
Berharap pada makhluk hanyalah kesia-siaan saja,,,
dan bersiaplah kau kecewa,,,

Banjarmasin, 13 Februari 2013

ceracau (1)

Sungguh pengalaman yang luar biasa
Sungguh pembelajaran yang luar biasa
ALLAH...terima kasih telah memberiku kesempatn ini
Semangat itu...semoga selalu nyala
Jangan padam kecuali ENGKAU menghendakinya
ALLAH...niat itu semoga tetaplah karena-MU
Terima kasih telah memberikan jiwa yang kuat...
dan juga fisik yang tetap bertahan


Palangkaraya, 9 februari 2013

Pertemuan Pertama di Akhir Februari


Ini minggu pertama aku kuliah, setelah dua minggu bolos. Sebenarnya bukan mau bolos, mau kirim surat izin, tapi kayaknya siy bakalan gag berlaku, itu menurut spekulasiku. Jadi biar saja lah aku bolos. Aku bolos bukan karena mengerjakan sesuatu yang gag penting, itu menurutku. Dan sungguh selama tidak masuk itupun aku banyak mengambil pelajaran. Karena memang aku sedang melakukan perjalanan. Perjalanan untuk belajar, bukan di akademik atau di alam seperti ketika aku naik gunung, tapi kali ini aku belajar dari manusia.

Perjalanan ini kuberi nama Tour de Borneo. Perjalanan kumulai dari Provinsi Kalimantan Tengah, dilanjut dengan Kalimantan Selatan, lalu Kalimantan Timur. Tiga provinsi itu saja kuhabiskan dalam waktu 3 minggu. Jadilah aku harus bolos dua minggu... 
Dan sungguh, ketika hari pertama kuliah agak kikuk, hehehe. Tapi menikmati, terkadang pengennya gag kuliah, tapi ini amanah orang tua. Dan hari ini, tepatnya hari selasa 26 Februari 2013 aku mengikuti kuliah nya Pak Fathul Himam. Mata kuliahnya adalah Kepemimpinan Stratejik. Mata kuliah yang menarik sekali, itu pendapatku walaupun aku baru pertama masuk.

Kamis, 28 Februari 2013

Borneo Island


Journey,,,begin,,,

Start from Kalimantan Tengah yang beribukota Palangkaraya. Bandar udara Tjilik Riwut. Sungguh luar biasa sebenarnya pengorbanan temen-temen di sini. Sungguh terkadang malu mengaku diri kader, mengaku diri pengurus besar tapi belum banyak pengorbanan yang dilakukan, belum banyak pembuktian yang dilaksanakan. Sungguh,,,aku malu RABB...

Bingung awalnya bertemu dengan adik-adik dengan seabreg kegiatan. Tapi sungguh, dakwah itu meminta totalitas. Raga, jiwa, tenaga, fikir, apapun itu akan diminta untuk kau korbankan demi dakwah, dan sudah seharusnya ketika kita merasa bahwa PII adalah alat perjuangan itu, alat perjuangan tuk dakwah izzul islam wal muslimin maka totalitas lah yang dibuthkan. Kader PII bagiku adalah kader abnormal, sibuk iya, tapi PII adalah prioritas utama. Bukan yang kedua, ketiga, atau setelahnya. Tapi yang pertama, yang utama. Jika engkau tidak yakin duhai kawan,,,maka seperti dakwah,,,PII pun tidak membutuhkan kita,,,Islam tidak membutuhkan kita,,,kita lah yang butuh...selama engkau masih merasa dibtuhkan,,,sungguh,,,lebih baik engkau pergi sajalah,,,pergi lah,,,pergi,,,

Sampai di Bandara Tjilik Riwut 5 februari 2013, setelah menyelesaikan tugas kaderisasi untuk memenuhi kewajiban menjadi instruktur di LAT dan PID Jabar. Memang awal tahun ini yang rencananya aku akan belajar dari alam harus tertunda, karena sungguh rencana-Nya lebih indah. Januari dan Februari di awal tahun ini aku harus belajar dari manusia...

for you my best...

hei kamu,,,iya kamu,,,
ngerasa gag siy udah lama banget bareng sama aku???
hayo udah berapa tahun coba,,,?
atau udah hampir dari separuh umur kita kah???
belum yah??? tapi begitulah kata orang tua kita... :-)
(kata ayahmu dan Ibuku)

hei kamu,,,iya kamu,,,
ngerasa gag siy kalau kita itu dah klop banget...
bukan hanya perasaanku aja kan???
aku tahu suka dukamu...
kamu tahu suka dukaku...
(kalau lagi curhat apalagi masalah cinta)

hei kamu,,,iya kamu,,,
bisa gag siy kalau kita ngobrol gag heboh??? gag bisa kali yah,,,
pokoknya serasa dunia milik berdua,,,
diliatin mah cuek ajja,,, :-D
(kenangan di DAMRI dari Soetta)
pesen kerak telor yang ternyata harganya mahal banget...
mupeng ke Semeru tapi gag jadi-jadi,,, :-p

Jumat, 08 Februari 2013

Sabar dan Sadar

Sering kali aku menyampaikan bahwa terkadang kita melupakan sesuatu setelah kita melakukan sesuatu...apakah sesuatu setelah sesuatu itu?

Sabar setelah berusaha,,,pahamkah? Sabar setelah memberi, sabar setelah berdakwah,,,dan ada hal yang juga kita lupakan, berdo’a. Yah,,,lupa mendo’akan para kader kita, lupa mendo’akan dien ini, lupa mendo’akan keistiqomahan kita dan kader yang telah kita bina.

Sadar akan diri kita, sadar akan kebutuhan kita, itu yang sering tidak kita sadari. Kesadaran itu entah bagaimana rupanya. Terkadang aku pun tak mengenalinya, tak tahu wujudnya dan dimana mencari serta menemukannya.

Terkadang tiba-tiba saja ia muncul. Namun, satu yang pasti saat ini, kesadaran kami sama. Aku dan mereka. Kesadaran untuk menjadi lebih baik, kesadaran untuk belajar, kesadaran akan perjuangan,,,


Terima kasih telah memunculkan kesadaran itu,,,

telah mengahadirkannya saat membersamai kalian... 
terima kasih, terima kasih, terima kasih...


hampir setengah bulan membersamai kalian
memory advanced jabar... 

Kamis, 07 Februari 2013

hujan... (lagi)

hujan kali ini,,,
sebenarnya aku ingin menembusnya saja...
tapi kau menahanku...
tak apa lah,,,sejenak fikirku,,,
dan cerita pun mengalir,,,
kita menunggu,,,lagi,,,
entah untuk yang keberapa kalinya,,,
hari itu,,,


jakarta, hujan kemarin...
04 Januari 2013